Langsung ke konten utama

Justin Bieber


This is Justin Bieber


Justin bieber adalah anak dari pasangasn muda Jeremy Jack Bieber & Patricia Lynn Mellatte, justin di lahirkan ke dunia pada saat ibunya (patty) berusia 18 tahun lebih tepatnya pada tanngal 1 maret 1994 dan kemudian ia diberi nama Justin Drew Bieber dan sekarang dia lebih dikenal sebagai “Justin Bieber”.

Ayah dan ibunya memutuskan untuk bercerai kala itu justin baru berumur 10 bulan. (kasihan bgt ya suami gue)
Ayahnya menikah lagi dengan wanita yang bernama Erin Wagner dan memiliki satu orang anak laki-laki (Jaxon Julian Bieber) & satu orang anak perempuan (Jazmyn Kathleen Bieber) yang kini menjadi saudara tiri justin, walaupun mereka berdua adalah adik tiri justin tapi justin sangat menyangi kedua adik tirinya itu.
   
 Saat kecil justin sangat dekat dengan kakeknya (Bruce) & neneknya (Diane Mellatte) sampai-sampai kamar justin di cat oleh neneknya dengan  cat warna putih biru dengan gambar toronto maple leafs.
Pada usia 12 tahun justin pernah mengikuti kontes menyanyi di kotanya, startford. pada waktu itu ia mendapat juara kedua karena ia dikalahkan oleh seorang wanita yang bernama “ ”
Sejak saat itu dia mulai mendokumentasikan penampilannya dan mengunggahnya di youtube untuk teman-teman yang tak sempat melihatnya tampil. Dalam videonya justin menyanyikan beberapa lagu dari penyanyi seperti Usher, Justin Timberlake dan Chris Brown dengan versinya sendiri.
Scooter Braun seorang marketing eksekutif dari So So Def yang tanpa sengaja menyaksikan penampilan justin di youtube  tertarik dan mengontak justin untuk kemudian menerbangkannya ke Atlanta, Georgia untuk bertemu Usher.
Usher yang terpesona dengan apa yang ia lihat kemudian menggandeng L.A Reid, ketua Island Def Jam dan menawarkan kontrak rekaman melaui label rekaman Island Record pada saat itu justin berumur 15 tahun.


Follow me: @_lalapoh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelangi Palsu

Sebenarnya Pelangi itu tidak indah, kenapa? karena Pelangi hanya ada saat setelah hujan turun setelah itu lama-kelamaan dia menghilang. seharusnya Pelangi itu selalu ada karena pada dasarnya dia memberi keindahan (katanya) tapi pada kenyataannya dia menghilang secara perlahan, bukankah itu menyakitkan? Aku suka Pelangi, tapi dulu. sekarang? aku benci Pelangi.  tidak selamanya apa yang kita anggap indah itu akan selalu membuat kita bahagia justru BIASANYA yang indah lebih menyengsarakan. sekarang aku mengerti kenapa Tuhan menghadirkan hujan karena agar Pelangi itu datang untuk menebar kebahagian, akan tetapi dari sanalah aku menyimpulkan bahwa Pelangi datang hanya utuk sesaat saja, hanya untuk membuat senyuman sesaat setelah hujan lalu setelah itu dia menghilang entah kemana.

Suara tentangjingga

Yang pertama, Sebagian dari mereka membicarakan apa yang akan mereka lakukan nanti, besok dan lusa setelah bersama. Sebagian lainnya sibuk merencanakan konsep bahagianya, sebagian lagi mulai berjanji tak akan saling menyakiti dan bersumpah tentang berdua saja tanpa mereka tentang memiliki satu sama lain dan takan terpisahkan. Tidak dengan sebagian lain, Akuyang sedang sibuk berkemas, sibuk menata hati, sibuk menguatkan diri kalau saja suatu saat nanti harus ada yang pergi Aku memang begini, sulit dimengerti, bukan tak ingin mencintai sebab takut disakiti tapi Aku mengerti kamu tak harus menetap dan paham tentang berpindah, seperti awan yang tahu kapan harus menjadi hujan, seperti hujan yang meski tak ingin tetap harus berani jatuh menyapa tanah dari ketinggian, seperti tanah yang tak bisa menolak harus meresapkan air dan menyimpannya dalam aliran-aliran sungai yang tak tahu menahu. Kau harus mengerti, tanpa diminta, mereka melakukannya dengan senang hati, tanpa dipaksa Tuhan mengar...

Kemunculannyalah !

Entahlah... Kemunculannya berawal dari kubus bambu di sudut kampus. Entah apa yang membuat aku menjadi betah berlama-lama menatapnya. Kemunculannya membutakan mata, menulikan telinga, mematikan saraf-saraf tubuhku. Kemunculannya mampu menyimpulkan garis lengkung ke atas, mampu membuat subur dasar hati yang dulunya layu termakan waktu. Ia seperti mengandung magnet yang selalu membuatku tertarik untuk mengundangnya dalam hayalku. Bagian-bagian otakku hampir tak dapat terlihat karena di lumuti fikiran yg mengandung unsur-unsur senyawa dirinya. seketika namanya menjelmakan semua elemen seketika itu pula ia di tafsirkan menjadi sebentuk hati. Tak berwujud tapi ada, tak terlihat namun terasa. Ku terjemahkan ia bagai pelangi, suatu karya Tuhan yg agung yang melukiskan banyak warna saat kelabu mendominasi langit biru. Ia bukan sosok pangeran, bukan juga sesosok malaikat, entah jelmaan apa ia itu yang pasti kehadirannya mampu menghipnotisku. Berbagai rumus telah ku gunakan namun tetap sa...