Langsung ke konten utama

Postingan

Kemunculannyalah !

Entahlah... Kemunculannya berawal dari kubus bambu di sudut kampus. Entah apa yang membuat aku menjadi betah berlama-lama menatapnya. Kemunculannya membutakan mata, menulikan telinga, mematikan saraf-saraf tubuhku. Kemunculannya mampu menyimpulkan garis lengkung ke atas, mampu membuat subur dasar hati yang dulunya layu termakan waktu. Ia seperti mengandung magnet yang selalu membuatku tertarik untuk mengundangnya dalam hayalku. Bagian-bagian otakku hampir tak dapat terlihat karena di lumuti fikiran yg mengandung unsur-unsur senyawa dirinya. seketika namanya menjelmakan semua elemen seketika itu pula ia di tafsirkan menjadi sebentuk hati. Tak berwujud tapi ada, tak terlihat namun terasa. Ku terjemahkan ia bagai pelangi, suatu karya Tuhan yg agung yang melukiskan banyak warna saat kelabu mendominasi langit biru. Ia bukan sosok pangeran, bukan juga sesosok malaikat, entah jelmaan apa ia itu yang pasti kehadirannya mampu menghipnotisku. Berbagai rumus telah ku gunakan namun tetap sa...

Edisi Hari Ayah, Untuk Ayah dan Buat Ayah

Katanya tidak ada yang namanya 'Hari Ayah' yang adanya hanyalah Hari Ibu. Tapi bagiku hari itu ada, Ya Ada ! Hari itu adalah hari ini, hari dimana banyak orang mengucapkan "...Happy Father's Day, I Love You Dad...".  Entah awal pencetusannya itu darimana, Aku tidak perduli yang pasti dengan adanya Hari Ayah Aku menjadi lebih bersemangat menguras rasa sayangku padanya. Memiliki Ayah seorang Petani tidak membuatku malu dalam bersosialisasi dengan lingkungan, yang ada Aku bangga bisa terlahir dari seorang Petani.  Aku terharu bila mengingat perjuangan Ayah yang di setiap pagi buta mengayuh sepeda tua untuk pergi mengais rezeki, ketika siang datang di bawah panasnya terik matahari Ayah tetap kuat bertahan, sepertinya kulit Ayah sudah terbiasa terkena panas matahari. Ketika musim  Panen  tiba Ayah rela bermalam di bawah naungan gubuk kecil reot yang mungkin jika terkena badai akan roboh, rela di sengat serangga liar di persawahan, serta rela kedinginan jika ...

Mengulas Perjuangan

Nama gue Lailatus Sifa, bisa dipanggil Lala atau Laila tapi jangan panggil gue Sifa ya... gue gak suka kalau dipanggil Sifa, kedengerannya aneh. Udah hampir setahun yang lalu gue  lulus SMA  dan sekarang gue mau berbagi cerita sama kalian. Ceritanya begini... Pada suatu hari hiduplah seorang Putri cantik nan jelita, putri itu bernama Putri Laila. Kala itu ia sedang dirundung rasa bahagia, berpesta merayakan kelulusannya (Sok ngedongeng nih).   Jadi gini loh... Setelah lulus SMA nih gue ada niatan buat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan itu real dari lubuk hati gue yang pualin...

Lomba Karikatur #ANZni #SPEKTA _2014

Ini adalah foto gue saat mengikuti lomba karikatur di kampus dengan tema kebangsaan, gak cuma ngegambar aja tapi gue pun harus mendeksripsikan gambar tersebut, nah berikut adalah pendeksripsian gue tentang karikatur ini..... *cekidot ! Sekarang ini nilai luhur pancasila kian memudar karena banyaknya orang-orang yang tidak menghargai falsafah bangsa sendiri. Gue pun berinisiatif untuk membuat karikatur dengan judul  “Hargailah Pancasila” . Mengapa demikian? Karena bila kita lihat lebih jeli lagi orang-orang jaman sekarang sudah tidak menghargai nila-nilai pancasila, yang dimana pancasila itu adalah suatu pedoman bangsa kita yakni bangsa Indonesia. Dapet dilihat pada gambar ini terpampang seekor garuda yang diinjak oleh oknum yang tak berperasaan. Jika dipahami lebih terperinci lagi gambar ini memiliki makna bahwasanya kita sebagai masyarakat indonesia s...

JERITAN SANG GARUDA

Lagi dan lagi negeri tercinta ini di landa musibah yang begitu luar biasa dari gempa bumi, gunung meletus longsor, puting beliung, hingga banjir dimana-mana. Kalau sudah  seperti  ini siapa yang paling bersalah? Dan apakah kita akan menyalahkan Tuhan sang pencipta alam ini? Atau  adakah orang-orang tertentu  yang harus disalahkan? Tidak. Semua itu bukanlah salah Tuhan yg Maha Agung dan  mungkin  bukan juga salah para  Khalifah  yang ada di muka bumi ini tapi cobalah hampiri air yang jernih dan nampak tenang itu, hampiri ia dengan tenang jiwa dan lihatlah disana telah terjawab atas segala pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ya, kitalah penyebab adanya masalah itu. Mungkin...

Tuan Kelinci #Part2

Tanpa ku sadari hampir setahun berlalu aku memendam perasaan ini, Tuan Kelinci pun tahu tentang hal ini.  Keacuhannya membuat batin ini perih, dia melihat bahkan sesekali dia mendengar hanya saja di cuma  sekedar berpura-pura tidak peka dengan semua ini. Sungguh mempesona jika dia beralasan bahwa ada hati yang harus ia jaga dan tak boleh tersakiti. Aku mengerti akan hal itu,  tapi cobalah sekali saja kau merasakan menjadi diriku apakah kau juga bisa men alah dan menahan perih hati ini? Dulu dan sekarang berbeda, dulu tidak ada sepatah dua patah kata yang terlontar tapi kini bebasa...

Tuan Kelinci #Part1

Aku mengaguminya dari sini yeah dari tempat yang jauh darinya, Aku senang bila melihat senyumnya walau dari ujung monas sekali pun, Aku suka memperhatikan gerak-geriknya, cara dia berjalan, cara dia berbicara bahkan cara dia merapihkan rambutnya. Jika ada yang bertanya lagu apa yang cocok menggambarkan perasaanmu saat ini? "CINTA DALAM HATI" :) lagu itu sepertinya pas jika dijadikan backsound edisi tulisan ku saat ini. Aku tahu kasus ku saat ini adalah mencintai seseorang secara diam-diam, Aku sadar akan hal itu ko dan aku menikmati itu. Jujur aku gak berani untuk mengungkapkan rasa ini bahkan untuk sekedar menyapa pun aku takut. Aku terlalu takut dengan responnya nanti, entah itu baik atau buruk. Aku pernah mencoba untuk sok asik ketika di dekatnya dan apakah kalian tahu apa yang terjadi? dia memandang ilfil -,- Yaaaa Tuhan !!!! betapa bodohnya Aku ini. Aku benci kenapa setiap kali aku di hadapkan dengan Tuan Kelinci selalu saja ada hal buruk menima diriku, sungguh meny...