Langsung ke konten utama

Tuan Kelinci #Part1


Aku mengaguminya dari sini yeah dari tempat yang jauh darinya, Aku senang bila melihat senyumnya walau dari ujung monas sekali pun, Aku suka memperhatikan gerak-geriknya, cara dia berjalan, cara dia berbicara bahkan cara dia merapihkan rambutnya.
Jika ada yang bertanya lagu apa yang cocok menggambarkan perasaanmu saat ini? "CINTA DALAM HATI" :) lagu itu sepertinya pas jika dijadikan backsound edisi tulisan ku saat ini.
Aku tahu kasus ku saat ini adalah mencintai seseorang secara diam-diam, Aku sadar akan hal itu ko dan aku menikmati itu.
Jujur aku gak berani untuk mengungkapkan rasa ini bahkan untuk sekedar menyapa pun aku takut. Aku terlalu takut dengan responnya nanti, entah itu baik atau buruk.
Aku pernah mencoba untuk sok asik ketika di dekatnya dan apakah kalian tahu apa yang terjadi? dia memandang ilfil -,- Yaaaa Tuhan !!!! betapa bodohnya Aku ini.
Aku benci kenapa setiap kali aku di hadapkan dengan Tuan Kelinci selalu saja ada hal buruk menima diriku, sungguh menyebalkan -,-
Jujur sesekali Aku ingin terlihat sempurna di mata Tuan Kelinci, Aku ingin terlihat cantik ketika di depannya, Aku ingin terihat anggun jika sedang bersamanya, Aku ingin semua yang ada pada diriku terlihat sempurna tanpa cacat sedikit pun.
Beberapa kali aku dihadapkan dengannya tapi kenapa selalu saja Aku salah tingkah, aku benci itu. Aku mencoba untuk selalu stay cool bila bertemu dengannya dan itu adalah salah satu usaha yang berat bagiku karena apa? Aku tidak pernah bisa mengendalikan rasa canggung ku -,-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara tentangjingga

Yang pertama, Sebagian dari mereka membicarakan apa yang akan mereka lakukan nanti, besok dan lusa setelah bersama. Sebagian lainnya sibuk merencanakan konsep bahagianya, sebagian lagi mulai berjanji tak akan saling menyakiti dan bersumpah tentang berdua saja tanpa mereka tentang memiliki satu sama lain dan takan terpisahkan. Tidak dengan sebagian lain, Akuyang sedang sibuk berkemas, sibuk menata hati, sibuk menguatkan diri kalau saja suatu saat nanti harus ada yang pergi Aku memang begini, sulit dimengerti, bukan tak ingin mencintai sebab takut disakiti tapi Aku mengerti kamu tak harus menetap dan paham tentang berpindah, seperti awan yang tahu kapan harus menjadi hujan, seperti hujan yang meski tak ingin tetap harus berani jatuh menyapa tanah dari ketinggian, seperti tanah yang tak bisa menolak harus meresapkan air dan menyimpannya dalam aliran-aliran sungai yang tak tahu menahu. Kau harus mengerti, tanpa diminta, mereka melakukannya dengan senang hati, tanpa dipaksa Tuhan mengar...

Bagian 1

Aneh, aku hampir tidak bisa menulis kata-kata tentangnya. Apa aku telah kehabisan kata-kata? Bahkan jemari ku pun tak mampu mengartikan maksud hati. Berasa, di hati Namun bibir tak mampu berucap Jemari tak mampu menari pada secarik kertas. Ini berawal sejak ia berbicara kepadaku, tak ku sangka obrolan singkat kami pada waktu itu mengundang rasa aneh ini dan membawanya hingga detik ini. Benar, ia datang tiba-tiba Begitu saja, tanpa bisa aku menerka Aku melihat ada kehidupan di bola matanya Sungguh indah, seperti surga Mendamaikan... Di setiap perdetik tatapannya membawaku kian hanyut untuk terus menatapnya. Aku enggan pergi menatapnya Caranya bertutur kata begitu menyejukan Sejenak otakku penuh dengan bayangnya Diikuti rasa aneh itu, seakan akan otak dan hatiku begitu kompak Sumpah, rasa apa itu? Tak paham aku mengartikannya. Dan yang lebih gila lagi, di saat kepergianku meninggalkan tempat itu tiba-tiba saja langkahku begitu berat. Mungkin saat ini juga hanya ra...

JERITAN SANG GARUDA

Lagi dan lagi negeri tercinta ini di landa musibah yang begitu luar biasa dari gempa bumi, gunung meletus longsor, puting beliung, hingga banjir dimana-mana. Kalau sudah  seperti  ini siapa yang paling bersalah? Dan apakah kita akan menyalahkan Tuhan sang pencipta alam ini? Atau  adakah orang-orang tertentu  yang harus disalahkan? Tidak. Semua itu bukanlah salah Tuhan yg Maha Agung dan  mungkin  bukan juga salah para  Khalifah  yang ada di muka bumi ini tapi cobalah hampiri air yang jernih dan nampak tenang itu, hampiri ia dengan tenang jiwa dan lihatlah disana telah terjawab atas segala pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ya, kitalah penyebab adanya masalah itu. Mungkin...