Langsung ke konten utama

Hari gini gak sekolah? Apa kata dunia!!!

Ini celotehan gue setahun yg lalu, sebelum capres nomer 1 berkoar tentang masalah ini gue udah lebih dulu berkoar tentang masalah ini. hahaha dan disini gue akan memanjakan mata kalian dgn tulisan gue yg setiap kata-katanya itu begitu indah tanpa cacat sedikitpun dan CUMA DISINI lo lo semua gue kasih secara cuma-cuma (free mannn, free!!!!). 
Oke, oke, okeeee 
sekarang gue mau ngebahas judul yang ada di atas itu yah. 
Pastinya kalian semua tau kata-kata yang sering diucapkan oleh bapak-bapak pemimpin kita dalam pidatonya mengenai pendidikan 'WAJIB BELAJAR 9 TAHUN
tau kan, tau? Tau donggggg (di spanduk sekolahan banyak tuh ampe ngampar itu kata-kata) yayaya MENURUT GUE kata-kata itu udah gak berlaku buat anak-anak penurus bangsa kita, harusnya 'WAJIB BELAJAR 12 TAHUN' KARENA jaman sekarang udah banyak kok sekolahan SMA yang gratis bukan cuma SD dan SMP doang jadi sayang bgt yah kalau sekolah cuma sampai SMP aja, lagian nih ya emangnya ijazah SMP masih jaman? Ngelamar kerja pake ijazah SMA aja belum tentu diterima apalagi SMP baru liat aja udah langsung di tolak kali. 
Nah maka dari itu sayang banget kalau kalian sekolah cuma sampai SMP doang padahal sudah ada beberapa SMA yang gratis, iya kan. 
Pemerintah kita kurang baik apa coba? Udah ngebuat sistem SD, SMP gratis untuk kita tapi kenapa masih aja ada yg males buat ngelanjutin ke jenjang yang lebih tinggi. 
Kenapa? Kenapa? 
  • Masalah ekonomi lagi? Kan udah di kasih gratis. 
  • Bermasalah sama bagaimana nanti beli seragam atau buku? Yaelah beli pulsa aja kuat kan.
  • Gengsi? Hari gini masih gengsi, omagod. 
  • Males ngotak? Ya emg harus begitu, giliran mikirin pacar aja otaknya kuat. 
  • Orangtua nyuruh langsung kerja aja? Hellowww jaman skrg ijazah SMP gak berlaku buuu. 
  • Orangtua pgn cpt" lepas tanggung jawab biar gak ada beban? Yaudah gampang tinggal kawin aja sonoh. 
Hari gini gak sekolah? Apa kata dunia!!! 
Semuanya kembali pada diri sendiri ya guys, bagaimana pola pikir kita untuk masa depan kita sendiri, karena masa depan bukan untuk dilihat tapi untuk dijalani. 
So, buat adik-adik yang masih unyu unyu kalian harus menjunjung tinggi pendidikan. Kalian itu penurus bangsa maka dari itu kalian harus di didik, gak cuma pinter aja tapi kalian harus cerdas juga. 
Inget, utamakan pendidikan biar nanti masa depan kalian baik. Jangan bisanya cuma update status doang yayaya. 
Okay thanks udah ngebaca celotehan gue yang sangat amat bermakna ini. 
Gimana, Kata-katanya indah kan? Hahaha


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelangi Palsu

Sebenarnya Pelangi itu tidak indah, kenapa? karena Pelangi hanya ada saat setelah hujan turun setelah itu lama-kelamaan dia menghilang. seharusnya Pelangi itu selalu ada karena pada dasarnya dia memberi keindahan (katanya) tapi pada kenyataannya dia menghilang secara perlahan, bukankah itu menyakitkan? Aku suka Pelangi, tapi dulu. sekarang? aku benci Pelangi.  tidak selamanya apa yang kita anggap indah itu akan selalu membuat kita bahagia justru BIASANYA yang indah lebih menyengsarakan. sekarang aku mengerti kenapa Tuhan menghadirkan hujan karena agar Pelangi itu datang untuk menebar kebahagian, akan tetapi dari sanalah aku menyimpulkan bahwa Pelangi datang hanya utuk sesaat saja, hanya untuk membuat senyuman sesaat setelah hujan lalu setelah itu dia menghilang entah kemana.

Suara tentangjingga

Yang pertama, Sebagian dari mereka membicarakan apa yang akan mereka lakukan nanti, besok dan lusa setelah bersama. Sebagian lainnya sibuk merencanakan konsep bahagianya, sebagian lagi mulai berjanji tak akan saling menyakiti dan bersumpah tentang berdua saja tanpa mereka tentang memiliki satu sama lain dan takan terpisahkan. Tidak dengan sebagian lain, Akuyang sedang sibuk berkemas, sibuk menata hati, sibuk menguatkan diri kalau saja suatu saat nanti harus ada yang pergi Aku memang begini, sulit dimengerti, bukan tak ingin mencintai sebab takut disakiti tapi Aku mengerti kamu tak harus menetap dan paham tentang berpindah, seperti awan yang tahu kapan harus menjadi hujan, seperti hujan yang meski tak ingin tetap harus berani jatuh menyapa tanah dari ketinggian, seperti tanah yang tak bisa menolak harus meresapkan air dan menyimpannya dalam aliran-aliran sungai yang tak tahu menahu. Kau harus mengerti, tanpa diminta, mereka melakukannya dengan senang hati, tanpa dipaksa Tuhan mengar...

Kemunculannyalah !

Entahlah... Kemunculannya berawal dari kubus bambu di sudut kampus. Entah apa yang membuat aku menjadi betah berlama-lama menatapnya. Kemunculannya membutakan mata, menulikan telinga, mematikan saraf-saraf tubuhku. Kemunculannya mampu menyimpulkan garis lengkung ke atas, mampu membuat subur dasar hati yang dulunya layu termakan waktu. Ia seperti mengandung magnet yang selalu membuatku tertarik untuk mengundangnya dalam hayalku. Bagian-bagian otakku hampir tak dapat terlihat karena di lumuti fikiran yg mengandung unsur-unsur senyawa dirinya. seketika namanya menjelmakan semua elemen seketika itu pula ia di tafsirkan menjadi sebentuk hati. Tak berwujud tapi ada, tak terlihat namun terasa. Ku terjemahkan ia bagai pelangi, suatu karya Tuhan yg agung yang melukiskan banyak warna saat kelabu mendominasi langit biru. Ia bukan sosok pangeran, bukan juga sesosok malaikat, entah jelmaan apa ia itu yang pasti kehadirannya mampu menghipnotisku. Berbagai rumus telah ku gunakan namun tetap sa...